Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menanamkan pemahaman sejarah Islam sejak dini. Banyak tokoh ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi dan Ibnu Sina yang berperan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia, namun kisah dan keteladanan mereka kerap terasa abstrak dan sulit dipahami oleh siswa sekolah dasar apabila disampaikan secara konvensional.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa UBSI menghadirkan pendekatan edutainment, yaitu perpaduan antara edukasi dan hiburan, agar materi sejarah dapat diterima dengan lebih mudah dan menarik oleh siswa kelas 5 MI Thariqul Khair. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, storytelling, visualisasi materi melalui slide bergambar, serta gamifikasi berupa kuis berhadiah.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Materi sejarah disampaikan dengan gaya bercerita layaknya kisah petualangan para ilmuwan Muslim, sehingga mampu menarik perhatian siswa dan mendorong mereka untuk aktif bertanya serta menjawab pertanyaan. Kuis interaktif yang diselipkan di tengah kegiatan juga menjadi daya tarik tersendiri dan meningkatkan partisipasi siswa secara menyeluruh.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak yang positif. Siswa mampu menyebutkan beberapa tokoh ilmuwan Muslim beserta bidang keilmuannya, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas keislaman dan memotivasi siswa untuk meneladani semangat belajar para ilmuwan Muslim.
Dengan terselenggaranya kegiatan “Jejak Emas Islam: Mengubah Wajah Peradaban Dunia”, diharapkan pembelajaran sejarah Islam tidak lagi dianggap membosankan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang berkesan, relevan, dan mampu membentuk karakter generasi muda yang berilmu serta berakhlakul karimah.


Komentar
Posting Komentar